This nice Blogger theme is compatible with various major web browsers. You can put a little personal info or a welcome message of your blog here. Go to "Edit HTML" tab to change this text.
RSS

Sunday, 20 January 2013

Asupan Gizi yang Tepat untuk Membantu Mengembangan Mutiple Intelligensi Pada Anak

    Anak adalah periode pekembangan yang merentang dari masa bayi hingga usia lima atau enam tahun, periode ini biasanya disebut dengan periode prasekolah, kemudian berkembang setara dengan tahun-tahun sekolah dasar. Pada masa ini anak-anak dalam masa golden age yaitu masa yang terbaik untuk mendapatkan berbagai macam stimulasi pada otak dan tubuhnya, sehingga jika kita memberikan stimulasi yang tepat pada usia ini anak akan memampu mempunyai kecerdasan jamak (multiple inteligensi) dan mempunyai pertumbuhan tubuh yang optimal.
   Perkembangan dan pertumbuhan anak dipengaruhi oleh tiga hal yaitu: gen, nutrisi dan  lingkungan. Gen pada seseorang memang tidak dapat diubah. Gen merupakan sifat pembawaan yang diperoleh dari keturunan orang tuanya. Selain gen, kecerdasan anak juga ditentukan oleh asupan gizi yang cukup yang diperoleh dari makanan. Karena itulah para ahli selalu menganjurkan anak harus diberikan makanan dengan gizi seimbang, beragam, dan mengandung empat sehat lima sempurna.
Hal ini karena gizi yang baik dapat merubah kehidupan anak, meningkatkan pertumbuhan fisik dan perkembangan mental, melindungi kesehatannya, serta meletakkan fondasi untuk masa depan produktivitas anak. Oleh sebab itu, pemberian gizi untuk anak menjadi kewajiban yang harus diperhatikan oleh para orangtua.
   Orang tua diharapkan selektif dalam memilih makanan untuk anak. Orang tua perlu mempertimbangkan nilai gizinya. Terutama pada makanan yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangnn anak, seperti susu. Susu untuk anak usia 1-3 orang tua diharapkan harus selektif, dan mengerti kandungan susu yang diberikan kepada si buah hati. Pada usia 1-3 tahun anak-anak membutuhkan asupan gizi seperti Kolin, Prebiotik, dan Anti Oksidan. Kolin,  zat yang sudah dibutuhkan sejak anak masih dalam kandungan, ini karena kolin berpengaruh pada perkembangan otak janin yang berkaitan dengan memori. Prebiotik, Komponen makanan yang tidak dihidrolisa / dicerna usus bagian atas sehingga mampu memacu aktifitas pertumbuhan selektif bakteri usus yang menguntungkan bagi kesehatan. Antiaksidan, zat yang mampu memperlambat atau mencegah  radikal bebas. Zat-zat di atas ada di dalam susu Enfagrow A+ http://www.meadjohnson.co.id/our-brands/enfa/enfagrow-a yang mampu melindung dan menjaga balita usia 1-3 tahun yang sedang dalam masa tumbuh kembang. Pada saat tumbuh kembang anak membutuhkan nutrisi tersebut untuk membantu perkembangan tubuhnya dan perkembangan otaknya. Dengan mampu mengoptimalkan perkembangan otak secara maksimal berarti mampu memfasilitasi anak agar dapat mengembangkan kecerdasaannya. Jika anak mempunyai perkembangan otak yang optimal dan didukung oleh stimulasi untuk mengembangkan kecerdasannya, maka anak akan dapat mempunyai kecerdasan jamak/multiple intelligensi yang bermanfaat bagi kehidupan anak di masa yang akan datang.
   Stimulasi yang perlu diberikan oleh orang tua atau dewasa di sekitar anak adalah faktor ketiga yang terpenting bagi tumbuh kembang anak. Anak dengan mempunyai gen yang baik serta asupan gizi cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan serta stimulasi kecerdasaannya didukung oleh lingkungan yang baik maka anak akan tumbuh dan berkembang dengan optimal.
   Kecerdasan pada manusia meliputi Linguistic intelligence/Kecerdasan berbahasa, Logical-mathematical intelligence/kecerdasan logika matematik, Spatial intelligence/kecerdasan spasial, Bodily-Kinesthetic intelligence/kecerdasan bodi kinestetik, Musical intelligence /kecerdasan musikal, Interpersonal intelligence /kecerdasan interpersonal, Intrapersonal intelligence/kecerdasan Intrapersonal, dan Naturalist intelligence/kecerdasan natural. Tujuh kecerdasan ini ditemukan oleh Howard Gardner dalam teorinya multiple intelligensi. Setelah adanya tujuh kecerdasan tersebut kemudian berkembang menjadi 4 kecerdasan lainnya yang didalamnya antara lain: Spiritual intelligence, Exsistentialistic  intelligence, kuliner intelligence, Intuisi intelligence. Semua kecerdasan itu diberikan kepada setiap anak manusia dan semua tergantung pada orang tua atau orang dewasa di sekitar anak yang memberikan asupan gizi dan lingkungan yang baik serta stimulasi yang tepat agar semua kecerdasan anak dapat berkembang dengan optimal.