This nice Blogger theme is compatible with various major web browsers. You can put a little personal info or a welcome message of your blog here. Go to "Edit HTML" tab to change this text.
RSS

Wednesday, 4 May 2011

SENTRA PERSIAPAN


Sentra persiapan adalah pusat kegiatan bermain untuk mempersiapkan anak mengenal tulisan, huruf dan menghitung. Kegiatan ini guna membantu anak mempersiapkan diri memasuki sekolah dasar.
Persiapan Kemampuan Membaca
(VISUAL, AUDITORY & KOORDINASI
GERAKAN OTOT BICARA)
Membaca adalah aktifitas belajar yang dominan memerlukan indera visual dan juga melibatkan fungsi penginderaan lain di otak.
Kemampuan yang diperlukan untuk membaca
         Mengenal bentuk
         Mengenal perbedaan bunyi huruf
         Mengenal rangkaian (pola)
         Mengenal perbedaan intonasi

Persiapan Kemampuan Menulis
         Visual Attention/recognition: perhatian visual mengenai bentuk huruf-huruf dan mengenalnya kembali
         Motorik: gerakan motorik halus (fine motor)
         Visuo senso motorik: gerakan tangan yg dikoordinasikan oleh mata dan rasaan propioseptic
         Visuo Spasial: kemampuan menempatkan posisi tubuh dalam ruang atau posisi alat gerak terhadap tubuh
Visual auditorik memori: mengenal kembali apa yang pernah ditulis dan di dengar
Kemampuan yang diperlukan untuk membaca dan menulis
         Mengenal bentuk
         Mengenal perbedaan bunyi huruf
         Mengenal rangkaian (pola)
         Kekuatan jari-jari tangan
         Kelenturan gerakan  pergelangan tangan

Main yang mendukung keaksaraan untuk anak usia 1-2 tahun
                     Bernyanyi lagu dengan irama sederhana yang diulang-ulang disertai gerakan sederhana
         Membacakan buku yang sudah dikenal anak
         Mengajak anak bertepuk tangan mengikuti irama
         Menyebut nama anak dengan perlahan menurut suku katanya.
         Bermain dengan berbagai bentuk
         Bermain puzzle tunggal
         Melibatkan anak saat membereskan mainan yang sudah digunakannya untuk mengenalkan klasifikasi.
         Memperkuat motorik kasar anak dengan membolehkan anak berlari, dan bergerak bebas, serta melatih kekuatan motorik halusnya dengan cara memegang, meremas, menjumput, menjepit, merobek kertas, dll.
Kegiatan yang mendukung kemampuan menulis anak 2-3 tahun
         Membuat coretan pada kertas besar dengan crayon atau spidol.
         Membuat coretan dengan batang kayu di tanah atau pasir
         Melukis dengan cat jari
         Menjepit biji-bijian atau buah-buahan terbuat dari kayu dengan wadah dan penjepit.
         Mengocok air sabun dengan alat pengocok telur
         Meremas: daun, koran bekas, parutan kelapa, ublek, tanah lempung, playdough, dll.
         Mencetak playdough, tanah liat, pasir basah dengan cetakan huruf
         Kegiatan menggunting: kertas bekas dengan berbagai ketebalan, daun, atau bahan lainnya
         Gambar tahap menggunting
         Gambar tahap menggambar/melukis
         Gambar tahap meronce
         Gambar tahap menulis
Main keaksaraan untuk mendukung kemampuan membaca anak usia 4-6 tah
          Buku – buku – buku – buku
         Membolehkan anak untuk memilih buku cerita yang diminatinya
         Menuliskan nama anak, lalu anak menyusunnya dengan menggunakan kartu huruf
         Menuliskan kegiatan yang dikerjakan anak, misalnya menuliskan menu bila praktek memasak, menuliskan ceritanya.
         Mendiskusikan kata baru yang didapatkan dari buku bacaan.
         Bermain menyelesaikan kata, misalnya bo + la = bola
         Menggabungkan kartu suku kata dengan mencocokkan kata yang telah dibuat kader
         Memancing kartu huruf sesuai nama sendiri
         Mencetak huruf dengan playdough sesuai dengan namanya
         Mencari kartu yang bertuliskan nama temannya
         Membaca puisi yang memuat kata-kata yang hampir sama hurufnya, misalnya Tari senang menari, Tari juga senang berlari, dst
         Membuat cerita dari kumpulan kalimat yang diucapkan anak. 
         Menuliskan nama anak dengan mengubah huruf awal dengan huruf yang sedang diperkenalkan, misalnya mengenalkan huruf S, nama Kania jadi Sania, Tiara menjadi Siara, dst. Anak diminta untuk membaca nama dan menebak nama siapa yang dituliskan.
         Mengelompokkan nama binatang yang huruf depannya sama, misalnya katak, kura-kura, kadal, dst.
Penataan Ruang Sentra Persiapan
 Pijakan awal main sentra persiapan


Pijakan saat bermain




Wednesday, 6 April 2011

Sentra balokku

 Aku sedang bermain di sentra balok.
Aku mau membangun berbagai bangunan dari balok.

Bangunan menaraku sudah jadi kawan, saatnya aku berfoto bersama bangunanku.
Bu guru foto aku yach, maniskan aku.

Sunday, 3 April 2011

METODE BCCT

  1. BCCT merupakan metoda yang memfokuskan kegiatan anak di sentra-sentra, sudut-sudut atau area-area dengan membangun kemandirian anak
  2. Anak mempunyai naluri sebagai peneliti yang aktif dan kreatif, karena itu anak harus menjadi sentral dalam proses pendidikan
  3. Bcct memungkinkan anak aktif menemukan sendiri pengetahuannya melalui sentra-sentra (sejumlah kegiatan main yang mengarah pada sebuah titik pusat)
  4. Tiap sentra dikondisikan untuk mengembangkan/ membangun  5 domain perkembangan anak : afeksi, kognisi, psikomotor, bahasa dan keterampilan sosial
  5. Di setiap sentra berisi kegiatan main : sensori motor (syaraf-syaraf indra), main peran (bahasa dan interaksi sosial), dan main pembangunan
  6. Ada beberapa sentra yakni sentra : bahan alam, main peran, balok, seni dan persiapan
  7. Bcct bukan satu-satunya metoda untuk padu/paud, tetapi bcct memberikan prinsip-prinsip paud yang universal, serta saat ini merupakan metode yang sudah dipahami oleh direktorat padu/paud
FILOSOFI, yang mendasari:
          Anak-anak akan tumbuh dengan baik jika mereka dilibatkan secara alamiah dalam proses belajar.
PENDEKATAN PERKEMBANGAN, menganggap anak:
          Pembelajar aktif yang secara terus menerus mendapatkan informasi mengenai dunia lewat permainan
          Mengalami kemajuan melalui tahapan-tahapan perkembangan yang dapat diperkirakan
          Individu yang unik yang tumbuh dan berkembang dengan kecepatan yang berbeda

PRINSIP UTAMA
          KONSTRUKTIVISME
Anak membangun pemahaman mereka sendiri dengan cara mensintesa pengalaman-pengalaman baru dengan apa yang telah mereka pahami sebelumnya
          METODOLOGI YANG SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN
Semua anak berkembang melalui tahapan perkembangan yang umum, tetapi pada saat yang sama, setiap anak juga adalah makhluk individu dan unik
          PENDIDIKAN PROGRESIF
          Pendidikan merupakan proses sepanjang hidup, bukan proses yang akan berhenti dalam satu fase.

Mengapa harus bermain?


         Bermain dapat memberikan pembelajaran  bagi anak sehingga memberikan dampak positif bagi perkembangan hidup anak. Pendapat ini diilhami dari teori Montessori untuk anak pra sekolah.
         Lewat kegiatan bermain yang positif, anak bisa menggunakan otot tubuhnya, menstimulasi penginderaannya, menjelajahi dunia sekitarnya, dan mengenali lingkungan tempat ia tinggal termasuk mengenali dirinya sendiri. Kemampuan fisik anak semakin terlatih, begitu pula dengan kemampuan kognitif dan kemampuannya untuk bersosialisasi. Dalam bahasa sederhana, bermain akan mengasah kecerdasannya (Puspita, 2008 : 1-3).
         Apa peran PAUD?
         Peranan PAUD adalah memberikan lingkungan yang  kaya akan rangsangan indera,  yang dirancang secara sadar dan terencana, yang dilakukan oleh orang dewasa (orangtua/pendidik), agar seluruh potensi anak dapat  berkembang secara optimal.
         Pada pelaksanaannya, PAUD memberi rangsangan pendidikan yang;
         1.        menyenangkan (dalam suasana bermain)
         2.        merangsang semua aspek kecerdasan anak (pengetahuan, keterampilan dan sikap)
         3.        sesuai tahap perkembangan, potensi, dan kebutuhan setiap anak (tidak dipaksakan);
         4.        dilaksanakan secara bertahap, berulang, tuntas (istikomah).
         Mengapa BCCT (Pendekatan Sentra dan Lingkaran)?
         q     Mengacu pada teori-teori dan prinsip-prinsip PAUD mutakhir.
         q     Hak copyright diberikan secara cuma-cuma (gratis).
         q     Diperbolehkan memodifikasi dan mengembangkan lebih lanjut sesuai dengan kondisi Indonesia.
         q     Memiliki kualifikasi internasional sebagaimana pendekatan Montessori, HighScope, maupun Regio Emilia.
         Seperti Apa Kegiatan BCCT?
         q Pembelajarannya berpusat pada anak;
         q Menempatkan setting lingkungan main sbg pijakan awal yang penting;
         q Memberikan dukungan penuh kpd setiap anak utk aktif, kreatif, dan
               berani mengambil keputusan sendiri;
         q Peran guru adalah sebagai fasilitator, motivator, dan evaluator;
         q Kegiatan anak berpusat di sentra-sentra main yang berfungsi sbg pusat 
               minat;
         q Memiliki prosedur operasional yang baku;
         q Memberikan 4 jenis pijakan dimana pijakan sebelum dan setelah anak
               bermain dilakukan dalam posisi duduk melingkar (circle time).
         Langkah-langkah BCCT?
         1.         Penyambutan anak; sambut anak dengan ramah dan penuh semangat dengan mengucapkan salam dan “hai” serta sebutlah nama panggilannya dengan hormat.
         2.         Masa transisi;  guru mempersilahkan anak bermain dalam bimbingan orangtuanya, dan atau sambil berkonsultasi dengan pendidik, konselor atau psikolog yang ada.
         3.         Main Pembukaan; guru memulai kegiatan dengan anak diawali berdo’a bersama. Lalu anak diajak bernyanyi lagu “selamat pagi” atau lainnya dengan menari, melompat dan tertawa.
         4.         Kegiatan awal bermain; guru mengajak anak menuju sentra atau pusat kegiatan bermain dengan cara bernyanyi bersama, guru menjelaskan dan membuat aturan permainannya atas kesepakatan anak-anak pada saat sebelum permainan dimulai.
         5.         Kegiatan inti bermain; guru mempersilahkan anak bermain sepuasnya hingga batas waktu yang telah disepakati. Guru mengamati, mengawasi, dan menjaga anak dari bahaya, agar proses penelitian, pemahaman dan pembelajaran anak berlangsung lancar sesuai tahapan perkembangan dirinya.
         6.         Kegiatan akhir bermain; guru meminta semua anak merapikan alat bermain. Lalu, guru meminta semua anak berkumpul dalam lingkaran sambil bernyanyi. Kemudian, guru mewawancarai semua anak untuk menceritakan pengalaman mereka setelah bermain. Fasilitasi mereka semua untuk berani curhat tentang pengalaman belajar mereka. Berikan setiap anak waktu untuk mengungkapkan isi hatinya dengan adil.
         7.         Main pentupan; guru mengucapkan selamat kepada semua anak atas apa yang telah mereka alami hari ini, anak-anak berdo’a bersama dan dihantarkan untuk pulang bersama orangtuanya yang telah menunggu. 
         Seperti apa Sentra Bermain itu?
         1.            Balok
         2.            Main Peran
         3.            Permainan
         4.            Seni
         5.            Perpustakaan
         6.            Rekayasa
         7.            Bahan alam
         8.            Musik dan gerak
         9.            Memasak
         10.       Komputer
         Apa sajakah syarat kelayakan Sentra Bermain?
     Aman tidak menjadi sumber tejadinya hal yang membahayakan diri anak;
     Nyaman, bersih dan sehat bagi aktifitas pembelajaran anak;
     Menarik perhatian anak seperti situasi aslinya agar anak mau bermain;
     Dapat dirancang sesuai dengan kebutuhan anak dan tidak mahal biaya;
   Atraktif untuk mendukung anak aktif, inisiatif, dan terlibat dalam kegiatan main dalam waktu yang lama;
    Mendukung perkembangan bahasa (reseptif dan ekspresif), keaksaraan, logika matematik, ramah lingkungan, mencerdaskan emosi, serta  mengembangkan keterampilan sosial dan relijius anak.