This nice Blogger theme is compatible with various major web browsers. You can put a little personal info or a welcome message of your blog here. Go to "Edit HTML" tab to change this text.
RSS

Sunday, 3 April 2011

Mengapa harus bermain?


         Bermain dapat memberikan pembelajaran  bagi anak sehingga memberikan dampak positif bagi perkembangan hidup anak. Pendapat ini diilhami dari teori Montessori untuk anak pra sekolah.
         Lewat kegiatan bermain yang positif, anak bisa menggunakan otot tubuhnya, menstimulasi penginderaannya, menjelajahi dunia sekitarnya, dan mengenali lingkungan tempat ia tinggal termasuk mengenali dirinya sendiri. Kemampuan fisik anak semakin terlatih, begitu pula dengan kemampuan kognitif dan kemampuannya untuk bersosialisasi. Dalam bahasa sederhana, bermain akan mengasah kecerdasannya (Puspita, 2008 : 1-3).
         Apa peran PAUD?
         Peranan PAUD adalah memberikan lingkungan yang  kaya akan rangsangan indera,  yang dirancang secara sadar dan terencana, yang dilakukan oleh orang dewasa (orangtua/pendidik), agar seluruh potensi anak dapat  berkembang secara optimal.
         Pada pelaksanaannya, PAUD memberi rangsangan pendidikan yang;
         1.        menyenangkan (dalam suasana bermain)
         2.        merangsang semua aspek kecerdasan anak (pengetahuan, keterampilan dan sikap)
         3.        sesuai tahap perkembangan, potensi, dan kebutuhan setiap anak (tidak dipaksakan);
         4.        dilaksanakan secara bertahap, berulang, tuntas (istikomah).
         Mengapa BCCT (Pendekatan Sentra dan Lingkaran)?
         q     Mengacu pada teori-teori dan prinsip-prinsip PAUD mutakhir.
         q     Hak copyright diberikan secara cuma-cuma (gratis).
         q     Diperbolehkan memodifikasi dan mengembangkan lebih lanjut sesuai dengan kondisi Indonesia.
         q     Memiliki kualifikasi internasional sebagaimana pendekatan Montessori, HighScope, maupun Regio Emilia.
         Seperti Apa Kegiatan BCCT?
         q Pembelajarannya berpusat pada anak;
         q Menempatkan setting lingkungan main sbg pijakan awal yang penting;
         q Memberikan dukungan penuh kpd setiap anak utk aktif, kreatif, dan
               berani mengambil keputusan sendiri;
         q Peran guru adalah sebagai fasilitator, motivator, dan evaluator;
         q Kegiatan anak berpusat di sentra-sentra main yang berfungsi sbg pusat 
               minat;
         q Memiliki prosedur operasional yang baku;
         q Memberikan 4 jenis pijakan dimana pijakan sebelum dan setelah anak
               bermain dilakukan dalam posisi duduk melingkar (circle time).
         Langkah-langkah BCCT?
         1.         Penyambutan anak; sambut anak dengan ramah dan penuh semangat dengan mengucapkan salam dan “hai” serta sebutlah nama panggilannya dengan hormat.
         2.         Masa transisi;  guru mempersilahkan anak bermain dalam bimbingan orangtuanya, dan atau sambil berkonsultasi dengan pendidik, konselor atau psikolog yang ada.
         3.         Main Pembukaan; guru memulai kegiatan dengan anak diawali berdo’a bersama. Lalu anak diajak bernyanyi lagu “selamat pagi” atau lainnya dengan menari, melompat dan tertawa.
         4.         Kegiatan awal bermain; guru mengajak anak menuju sentra atau pusat kegiatan bermain dengan cara bernyanyi bersama, guru menjelaskan dan membuat aturan permainannya atas kesepakatan anak-anak pada saat sebelum permainan dimulai.
         5.         Kegiatan inti bermain; guru mempersilahkan anak bermain sepuasnya hingga batas waktu yang telah disepakati. Guru mengamati, mengawasi, dan menjaga anak dari bahaya, agar proses penelitian, pemahaman dan pembelajaran anak berlangsung lancar sesuai tahapan perkembangan dirinya.
         6.         Kegiatan akhir bermain; guru meminta semua anak merapikan alat bermain. Lalu, guru meminta semua anak berkumpul dalam lingkaran sambil bernyanyi. Kemudian, guru mewawancarai semua anak untuk menceritakan pengalaman mereka setelah bermain. Fasilitasi mereka semua untuk berani curhat tentang pengalaman belajar mereka. Berikan setiap anak waktu untuk mengungkapkan isi hatinya dengan adil.
         7.         Main pentupan; guru mengucapkan selamat kepada semua anak atas apa yang telah mereka alami hari ini, anak-anak berdo’a bersama dan dihantarkan untuk pulang bersama orangtuanya yang telah menunggu. 
         Seperti apa Sentra Bermain itu?
         1.            Balok
         2.            Main Peran
         3.            Permainan
         4.            Seni
         5.            Perpustakaan
         6.            Rekayasa
         7.            Bahan alam
         8.            Musik dan gerak
         9.            Memasak
         10.       Komputer
         Apa sajakah syarat kelayakan Sentra Bermain?
     Aman tidak menjadi sumber tejadinya hal yang membahayakan diri anak;
     Nyaman, bersih dan sehat bagi aktifitas pembelajaran anak;
     Menarik perhatian anak seperti situasi aslinya agar anak mau bermain;
     Dapat dirancang sesuai dengan kebutuhan anak dan tidak mahal biaya;
   Atraktif untuk mendukung anak aktif, inisiatif, dan terlibat dalam kegiatan main dalam waktu yang lama;
    Mendukung perkembangan bahasa (reseptif dan ekspresif), keaksaraan, logika matematik, ramah lingkungan, mencerdaskan emosi, serta  mengembangkan keterampilan sosial dan relijius anak.