This nice Blogger theme is compatible with various major web browsers. You can put a little personal info or a welcome message of your blog here. Go to "Edit HTML" tab to change this text.
RSS

Tuesday, 6 October 2009

POKOK-POKOK MATERI PENGEMBANGAN NILAI KEAGAMAAN PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK

A. Sifat-sifat materi Pembelajaran
1. Aplikatif
Sifat yang pertama ini memiliki makna bahwa yang harus anak dapatkan pada saat mereka mengikuti proses pembinaan dan pengembangan nilai-nilai agama, adalah materi pembelajaran terapan, materi yang berkaitan dengan kegiatan rutin anak sehari-hari, dan materi yang memang sangat dibutuhkan/dapat dilakukan anak dalam kehidupannya.
Ruang lingkupnya adalah mulai dari kegiatan anak bangun tudir sampai mereka akan tidur kembali. Materi lain yang berkaitan dengan sifat aplikatif adalah konseptual pengetahuan agama meliputi, aturan setelah bangun tidur, masuk dan ke luar kamar mandi, selama mandi, saat berpakaian, saat bercermin, saat makan bersama, dan sebagainya samapai mereka mau tidur malam. Pengetahaun nilai-nialai agama yang bersifat aplikatif dan berkategori praktek di antaranya: aturan memberi salam kepada orang tua dan sesama manusia, praktek wudlu, sikap berdoa dan lain-lain.
2. Enjoyable
Memberikan kesempatan kepada anak untuk bermain dan belajar tentang kehidupan religius (Early Childhood Education & Developmen Centre, 2003: 14). Bersadarkan pada pernyataan tersebut maka dapat kita pahami bahwa sifat-sifat materi nilai-nilai agama yang haurus disiapkan oleh guru dan orang tua adalah harus bersifat menyenangkan bagi anak, membuat anak bahagia, dan menjadikan anak mencintai /menyukai aktivitasnya. Sebab dunia anak adalah dunia bermain, ceria, dan suka bersenang-senang. Jadi dapat dikatakan bahwa pemilihan materi yang selektif adalah sesuatu hal yang essensial keberadaannya. Sebab bisa jadi anak tidak akan menyukai kegiatan pengembangan nilai-nilai agama hanya karena guru dan orang tua yang kurang mampu menentukan materi yang cocok dengan kebutuhan anak.



3. Mudah Ditiru
Kualitas dan kuantitas materi pembelajaran nilai-nilai agama, juga harus menjadi salah satu pertimbangan para guru dan orang tua, agar materi yang dsajikan dapat dilakukan/dipraktekkan sesuai kemampuan anak.

B. Prinsip-Prinsip Materi Pengembangan Nilai-Nilai Agama
Ada beberapa prinsip dasar yang sangat perlu diperhatikan dalam rangka penyampaian materi pengembangan nilai-nilai agama bagi anak Taman Kanak-kanak, di antaranya:
1. Prinsip penekanan pada aktivitas anak sehari-hari.
Sesuai dengan kebutuhan pembentukan kepribadian anak dalam rangka peletakan dasar kehidupan anak pada bidang kehidupan beragama anak.
2. Prinsip pentingnya keteladanan dari lingkngan dan orang tua/keluarga anak.Orang tua dan sekolah harus sejalan dalam upaya mendidik anak.
3. Prinsip kesesuaian dengan kurikulum spiral, materi disusun dari susah ke sulit.
4. Prinsip Developmentally Appropriate Practice (DAP)
Materi yang disajikan sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan anak itu sendiri.
5. Prinsip Psikologi perkembangan anak, Materi disesuaikan dengan kondisi psikologis anak.
6. Prinsip monitoring, adanya kegiatan monitoring secara rutin untuk memantau proses perkembangan dan kemajuan anak dalam mengikuti program yang kita siapkan.