This nice Blogger theme is compatible with various major web browsers. You can put a little personal info or a welcome message of your blog here. Go to "Edit HTML" tab to change this text.
RSS

Tuesday, 6 October 2009

ESENSI PENGEMBANGAN NILAI-NILAI KEAGAMAAN ANAK TAMAN KANAK-KANAK

A. Esensi Pengembangan Nilai-nilai Keagamaan Bagi Anak Taman Kanak-kanak
1. Landasan Filosofis
Ketika manusia dilahirkan ke dunia, tak satu pun yang dilahirkan berada dalam kesempurnaan, baik dalam pandangan fisik maupun rohani. Salah satu kelengkapan hidup yang akan mampu menghantarkan manusia dalam kehidupannya untuk mencapai martabat yang mulia adalah dibutuhkannya ajaran nilai-nilai keagamaan. Keterbatasan manusia dalam mengarungi kehidupan inilah yang menjadi alasan dasar secara fisiologis bahwa manusia dengan akal sehatnya seyogyanya sangat membutuhkan ajaran nilai-nilai agama dalam kehidupannya.
Pendidikan nilai-nilai keagamaan ini merupakan fondasi yang kokoh dan sangat penting keberadaannya, dan jika hal itu telah tertanam dan terpatri dalam setiap insan sejak dini, berarti ini awal yang baik bagi pendidikan anak bangsa untuk menjalani jenjang pendidikan selanjutnya.

2. Ladasan Yuridis
Menurut undang-undang sistem pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003 Bab II pasal 3, pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. (Sisdiknas, 2003:6).
Apabila kita adalah pendidik pertama dalam rangkaian proses kegiatan pembelajaran bagi anak didik kita. Posisi kita sebagai guru atau orang tua yang menggarap pendidikan pada tahap prasekolah merupakan pendidikan pertama yang sangat strategis. Oleh karena itu, pendidikan nilai-nilai keagamaan berfungsi mempersiapkan anak menjadi angota masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dan/atau menjadi ahli ilmu agama. (Sisdiknas, 2003:17).
3. Landasan Sosiologis
Indonesia adalah suatu negara yang memiliki keanekaragaman dalam berbagai aspek kehidupan. Dimulai dari adat istiadat, suku bangsa, bahasa, sampai apda masalah agama. Pendidikan merupakan kunci dalam membentuk kehidupan manusia ke arah peradabannya menjadi sesuatu yang sangat strategis dalam mencapai tujuan itu semua Taman kanak-kanak juga dapat dipandang sebagai komunitas masyarakat yang memerlukan pembinaan secara optimal. Unsur-unsur yang ada di dalamnya adalah calon manusia yang sangat berpotensi untuk dapat melanjutkan kehidupan bangsa ini. Bila mereka mendapat pendidikan nilai-nilai keagamaan yang tepat maka bukan tidak mustahil hal itu akan menjadi fondasi spiritual yang kuat bagai perkembangan penddidikan mereka selanjutnya.